Tags
Bahan bacaan yang banyak sekali dan berbahasa Inggris kado dari Pak Theo enaknya dikerjakan bersama-sama (satu pasukan!)
Oleh: giring, sate, fendi, niken, ivan, manda, dian, wulan.
Walaupun udah diterjemah tetep aja susah bacanyaa..lieeeuurr @_@”
Hehe.. Smgt smgt!
update!: bagian yang diwarna merah adalah yang keluar di UAS tadii (UAS yang lieur..hiks)
Hlm. 74-77 (lembar 1-2)
DELTA
PENDAHULUAN
Pesisir: Pernyataan Umum
Perkembangan lingkungan pengendapan pesisir dan pembentukan fasies yang seiring dengannya adalah fungsi dari banyak variable, termasuk masukan rata-rata dari sedimen yg berasal dari darat, rezim pasang surut, system arus, iklim, dan pergerakan relative dari daratan dan laut. Garis pesisir yg sekarang ini kita lihat terkadang hanya merupakan daerah erosi ataupun daerah pengendapan saja. Pada dasarnya endapan pesisir secara alami menggambarkan dua proses, yaitu rata-rata penambahan sedimen yg berasal dari daratan dan kemampuan laut untuk mendistribusikan sedimen yg datang tersebut.


Keterkaitan dan saling mempengaruhinya dua proses ini menghasilkan spektrum yg kontinu dari jenis-jenis pesisir yg berkisar antara dominasi dari pesisir yg terbentuk akibat sedimen terrestrial hingga pesisir yg sama sekali tidak dipengaruhi oleh sedimen2 terestrial tersebut. Dengan adanya kemunduran atau pengurangan suplai sedimen dari daratan, menyebabkan berpindahnya pengendapan karbonat ke tempat yg lebih dekat dan semakin dekat ke pesisir.
Delta Resen
Banyak para ahli geologi yg telat memberikan definisinya mengenai delta, salah satunya Lyell (1954) yg menyatakan bahwa delta merupakan bentukan daratan alluvial oleh sungai yg terletak di mulut sungai tersebut.
Swamp atau rawa-rawa merupakan daerah dimana gambut terendapkan. Pada daerah distributary channel mouth terdapat sedimen-sedimen yg terendapkan dengan struktur ripple interlaminated dan bioturbasi. Jika sedimentasi berjalan relative lambat maka fasiesnya akan terjadi reworked oleh arus laut.
Sub-aqueous delta platform dan prodelta dipisahkan oleh delta slope. Di permukaan inilah lumpur paling banyak terendapkan. Dari waktu ke waktu slope ini berubah menjadi lebih curam karena lumpur yg berada di permukaannya terdeposit ulang ke bagian bawah slope tersebut. Banyak terjadi slumping yang akan mendorong gullies ke bawah.
Penampang vertikal delta menampakkan facies laut yang berbutir halus, yang makin ke atas makin mengasar (sedimen darat); batas facies ini akan men-diachronous ke arah laut seiring dengan berkembangnya delta. Perulangan vertikal sekuen ini mungkin terjadi, hal itu disebabkan oleh pergantian tempat crevasse dan delta.
Dalam mencari delta lampau, kit aharus mencari sekuen klastik tebal yang menunjukkan perulangan dari ukuran butir yang mengasar-ke atas. Siklus harus dimulai, dari bawah, dari serpih laut, kemudian lanau, kemudian sedimen darat yang kasar di atasnya. Pada bidangnya, saluran harus menunjukkan pola shoestring radial dan memotong serpih darat dan batubara. Batubara juga mungkin terdapat di atas saluran.
Sekuen yang mirip seperti ini terdapat di batuan segala umur, di seluruh dunia. Periode Karbon nampaknya merupakan Periode utama pembentukan delta. Oleh karena itu, semua yang akan kita bahas nanti merupakan produk delta Periode Karbon
Hlm. 78-81 (lembar 3-4)
SEDIMENTASI DELTA PERIODE KARBON DI INGGRIS UTARA
Di akhir Periode Devon, Inggris Utara mengalami transgresi. Laut ini naik dan menutupi daerah yang secara tektonik tidak stabil, yaitu blok dan cekungan patahan yang aktif bergerak. Facies sedimen pada Periode Karbon ini beragam dan persebarannya dikontrol oleh tektonik. Dengan mengamati kandungan faunanya, stratigrafi kompleks batuan ini dibuat. Rayner (1968) telah memperbaharui analisis ini, sbb:
Secara umum, lima facies sedimen dapat dibedakan pada batuan Dinantian dan Namurian di Inggris Utara.
(i) Batugamping, termasuk kalsilutit, oolit, dan kalkarenit bioklastik dengan sedikit kompleks terumbu karang, terendapkan pada paparan stabil.
(ii) Serpih hitam diendapkan terutama pada daerah cekungan.
(iii) Facies Millstone Grit, yaitu batupasir kerakal menutupi sebagian paparan batugamping dan serpih hitam.
(iv) Facies batupasir greywacke dan serpih, termasuk Seri Mam Tor dan Trough Pennine Tengah.
(v) Facies Yordale: sekuens berulang dari batugamping, serpih, batupasir, dan batubara terdapat di paparan di atasnya, atau bersamaan dengan facies batugamping (i).
Tiga facies yang terakhir diyakini sebagai asal-muasal utama delta di darah ini. Telah terbentuk dua tipe delta. Masing-masing akan diseksripsikan dan didiskusikan, sebagai berikut:
Tipe 1: deksripsi
Seri Yordale
Umur: Dinantian hingga Namurian
Daerah: Lembah Tengah Skotlandia hingga batas utara Blok Penin (Gbr 5.2)
Pada dasarnya, Seri Yordale terdiri dari delapan perulangan utama, masing-masing tebalnya sekitar 100 m, motif umumnya: batugamping, serpih, batupasir, batubara. Di antara pola utama ini, perulangan minor hadir: sekuens serpih tipis, batupasir, batubara mengarah ke atas batupasir utama. Gambar 5.3 menunjukkan sekuens serpih yang mengasar ke atas dan batupasir dari Seri Yordale di Westmoreland.
Batugamping Seri Yordale ini geometrinya sangat luas dan relatif mudah untuk dikorelasikan secara lateral karena sangat berbeda dengan lapisan darat. Batugamping ini terdiri dari beragam tipe batu karbonat dari kalkarenit skeletal cross-bedded hingga kalsilutit masif atau berlapis tipis. Batugamping silika dan lapisan napal tipis terdapat terutama di bagian atas. Cross-bedding dan butiran pasir daratan merupakan ciri khas dari bagian bawah dari tiap sekuen batugamping. Kumulan ossicle crinoids dan terumbu ganggang, bryozoa, koral, dan brachiopod tidak umum terdapat.
Batugamping, pada tiap perulangannya, umumnya dilapisi oleh serpih. Serpihnya adalah batulanau mika pirit hitam dengan lapisan konkresi siderite tipis. Mereka terlaminasi keseluruhannya dan umumnya tidak berfosil.
Serpihnya bertahap dengan ukuran butiran yang meningkat dari batulanau sedang hingga batupasir halus yang umumnya terlaminasi. Facies pasir ini terlapisi oleh batupasir kasar cross-bedded. Perlapisan ini menempati saluran luas, kadang jangkauannya sempit dan kadang hingga puluhan kaki dalamnya. Perlapisan ini tidak hanya memotong batupasir di bawahnya, namun juga mengiris serpih bahkan batugamping jauh di bawahnya.
Saluran batupasir ini menghalus ke atas di mana saluran ini interbedded dengan batubara tipis, lempung karbonatan, dan lapisan rootlet.
Tipe 1: diskusi
Seri Yordale ini terdiri dari beberapa perulangan yang masing-masing menunjukkan perubahan progresif dari lingkungan laut (ditunjukkan oleh kandungan fauna di batugamping) hingga sekuens mengasar ke atas yang mencerminkan lingkungan darat. Seperti yang telah disebutkan di awal bab, pola demikian adalah penciri khas endapan delta.
Diamati secara detil, kandungan fauna dan litologi batugampingnya menandakan lingkungan paparan laut tanpa ada masukan dari sedimen darat. Lime mud diendapkan pada energi rendah, diperkirakan pada di bawah gelombang dasar. Kalkarenit skeletal cross-bedded menunjukkan aksi arus berulang. Kondisi ini terjadi karena pada akhirnya ada masukan sedimen darat. Awalnya, seperti yang ditunjukkan serpih laminasi, merupakan sedimen berbutir halus yang diendapkan pada laut dalam relatif tenang dan tidak ada suspensi. Peningkatan vertikal dari ukuran butir dan cross laminasinya menunjukkan pendangkalan progresif dan arus yang makin cepat. Arus yang lebih cepat lagi ditunjukkan oleh adanya saluran pasir kasar cross-bedded. Namun, setelah ini terendapkan, rawa gambut berkembang di daerah ini.
Sekuen vertikal facies Seri Yordale:
|
Facies |
Lingkungan |
| Batubara dan lapisan rootlet | Rawa |
| Pasir cross-bedded | Saluran distributary alluvial |
| Pasir rippled | Platform delta sub-aqueous |
| Lanau terlaminasi | Prodelta |
| Batugamping | Paparan laut |
Endapan delta seperti ini terbentuk pada facies paparan karbonat laut terbuka dan kontras dengan delta yang terbentuk pada cekungan Karbon yang lebih dalam.
Hlm. 82- 85 (lembar 5-6)
Tipe 2: deskripsi
Sejarah ke dua sedimen delta dijelaskan karbon dari inggris utara mengenai millstone grit dan yang mendasari pasir dan serpih. Sekuen dimulai dengan Edale shale dengan ketebalan sekitar 700 ft. Berupa mudstone abu2 gelap kebanyakan karbon dan dengan penyebaran pyrite. Struktur satu2nya adalah lateral laminasi. Sebagian kecil serpih mengandung fosil berupa posidonia dan goniatites. Cephalopoda ini membatasi horizon hitam dan penting untuk biostratigrafi
Edale shale menuju Mam Tor series. Ini diantara 300-400 ft. Mengandung perlapisan batupasir dan serpih. Batupasir berupa butir halus greywacke dimana butirnya terdiri dari kuarsa, fragmen litik, dan feldspar dengan matrix lempung karbonatan.
The Mam Tor Series menuju shale grit., yang memiliki ketebalan 400-700 ft. Ini sebagian besar terdiri dari greywacke sandstone dan jarang terdapat serpih. Struktur graded bedding, laminasi, dan ripple mark sangat jarang.
Tipe 2: interpretasi
Sekuen dari Edale Shale ke kinderscout grit menunjukan keseluruhan vertical meningkat dari besar butir dan perubahan dari lingkungan marine ke lingkungan darat ditunjukan dengan adanya fosil cephalopoda. Kedua criteria ini sudah menunjukan bahwa ini sifat dari sebuah delta.
Hlm. 84-87 (lembar 7-8)
DISKUSI UMUM DARI SEDIMEN DELTA
Pada saat delta menghasilkan siklusnya, faktor-faktor eksternal seperti proses tektonik, perubahan iklim dan ketinggian air laut, akan meninggalkan tanda pada deltaic pile.
Untuk memecahkan permasalahan ini, terdapat dua pernyataan yang dapat digunakan :
- Mempelajari ketebalan dan variasi regional dari cyclothems dan melihat bagaimana korelasinya dengan variable geologi lainnya.
- Menggunakan computer untuk mensimulasikan sedimentasi delta; kalibrasi dari variable seperti input sedimentasi dan tingkatan dari subsidence berdasarkan contoh pada masa recent.
NILAI EKONOMI DARI ENDAPAN DELTA
Sedimentasi delta sangat penting sebagai sumber batubara, minyak bumi, dan gas bumi
Hlm. 182-185 (lembar 9-10)
Sedimen pada delta merupakan sumber batubara, minyak, dan gas yang penting. Proses peatifikasi biasa terjadi di daerah in, namun tidk semua batubara terbentuk di delta, batubara juga bisa terbentuk pada continental basin.
Pada dasarnya terdapat 3 kondisi dimana batubara terbentuk. Pertama, peat dpat terbentuk pada distributary channel yang terabaikan. Kedua, tren shoestring batubara mungkin parallel terhadap palaeostrike yang mana batubara akan terbentuk pada lagoon. Ketiga, batubara akan memilki bentuk geometri berbuku-buku jika peat tersebar pada daerah delta setelah regresi muka air laut. Dalam eksplorsi dan eksploitasi batubara diperlukan interpretasi geometri lapisan batubara dan pemetaan yang detail terhadap kanal-kanal batupasir.
Daerah delta juga dapat memlikikdungn minyak dan gas karena daerah ini memiliki sumber source rocks yang potensial seperti serpih marine dan reservoar dari batupasir. Pernyabaran minyak dan gas pada daerah ini adalah pada daerah distributary channel.
FLYSCH DAN TURBIDIT
PENDAHULUAN
Flysch adalah facies batuan sedimen yang merupakan sikuen tebal dari perlapisan pasir dan serpih.
Arus turbidit adalah arus yang teradi akibat media yang membawa sedimen yang memberikan perbedaan densitas. Sedimen yang dihasilkan bernama turbidites.
Greywacke: batu pasir dengan sortasi buruk yang kaya akan matriks, feldspar, dan fragmen batuan lain.
KARAKTER DIAGNOSTIK PADA TURBIDIT
Turbidites dapat dikenali dari akumulasi beberapa kriteria. Kriteria yang dimaksud disini adalah struktur sedimen yng dikenali menjadi sebuah urut urutan sedimentasinya seperti yang dijabarkan oleh bouma dalam bouma sequences model.
Hlm. 186-189 (lembar 11-12)
Pengendapan mengalir pada laminasi B dan yang terbawah mikro laminasi pada lapisan terbawah. Berbagai penjelasan telah dikemukakan untuk lapisan lanau teratas. Tapi karena ukuran butir jauh lebih halus, besar kecepatannya lebih kecil dibandingkan dengan lapisan terbawah.lapisan E mengindikasikan lingkungan pengendapan dengan energy yang rendah, yang ada sebelum arus turbidit ada.
Lihat table 10.1
Penting untuk memperhatikan bahwa sekuens struktur diatas jarang berkembang seluruhnya .
Interpretasi sebelumnya berdasarkan studi dari banyak sekuens turbidit. Variasi dari pola ini di diskusikan oleh bouma ,walker, dan van derlingen.variasi vertical sistematis dalam frekuensi dari bentuk lapisan telah didokumentasikan oleh walker. Ada kecenderungan bahwa hanya pada upper unit bagian atas yg berkembang dari sekuens turbidit.
Telah terjadi beberapa diskusi yang cukup berarti tentang tekstur turbidit. Banyak contoh dari jaman dahulu yang sorting nya buruk dengan lempung sebagai matriks. Secara petrografi mirip dengan greywacke.bagaimanapun kebanyakan pasir laut dalam sekarang karena turbidite, tetapi sorting baik dan bebas dari lempung.cummings, mempunyai ide bahwa turbidit di masa lampau sering terendapkan sebagai pasir yang bersih tetapi secara mineralogy masih muda dan berkembang dari mineral tidak stabil. Ukuran butir turbidit bervariasi dari pasir sampai lanau. Versi yang ebih kasar, fluxoturbiditites sering dikaitkan dan pengendapan oleh proses tengah jalan antara arus turbidit dan longsoran gravitasi.
Turbidit karbonat telah di deskripsi dari sedimen masa lampau dan sekarang , lihat table 10.2
Table ini juga menunjukan bahwa turbidit telah di deskripsi dari lingkungan pengendapan yang bervariasi tetapi tidak terbatas hanya pada batuan sedimen, tapi di deskripsi dari gabro berlapis. Hal ini bias dilihat dari turbidit yang dicirikan dari jumlah total dari struktur sedimen yang bervariasi. Dari segi tekstur biasanya di deskripsi dari sedimen yang sorting buruk. Secara petrografi kebanyakan terekam dari grewacke tetapi juga terjadi pada tipe batu pasir lain dan batu gamping lain. Dengan keberagaman karakterisitik yang luas ini mungkin kita berpikir bahwa turbidit sulit untuk dikenali.
ASAL MUASAL TURBIDIT
Ide dasar dari arus turbidit bias diringkas sebagai berikut :
Pada daerah tertentu seperti pada pinggir continental shelf dan delta terjadi pengendapan yang banyak, yang menyebabkan formasi sedimen yang tertumpuk pada kemiringan yang curam. Setiap beberapa saat kemiringan itu tidak stabil sampai sebuah mekanisme memancing seperti gempa bumi atau badai membuat sedimen bergerak. Sedimen bergeser dan longsor menjadi lebih liquefied sampai campurannya membentuk ciri dari arus turbidit, dengan kata lain berubah menjadi larutan lumpur yang densitasnya lebihbesar dari air sekitar sehingga lumpur bergerak ke bawah slope karena pengaruh gravitasi pada saatnya lumpur bersifat erosive dan memotong gullies saat masih di slope mencapai ke lantai samudera.
Pada saat ini kecepatan mulai menghilang kemudian terjadi pengendapan dari sedimen kasar dan menghalus ke atas. Saat kecepatan tidak ada sama sekali terjadi pengendapan lumpur pelagic karena suspense, hasil akhirnya perlapisan terjadi.
Kesimpulannya pasir laut dalam berumur recent adalah produk dari arus turbidit. Sedimen jaman dahulu yang disejajarkan dengan pasir ini juga dikategorikan sebagai turbidit.
Bukti yang melawan bahwa arus di laut dalam adalah arus turbidit adalah sebagai berikut :
Banyak pasir laut dalam tidak selalu bersih dan tidak selalu ada perlapisan juga sering terjadi ripple mark. Arus traksi pada lantai semudera cukup kuat untuk memindahkan pasir.
Hlm. 190-193 (lembar 13-14)
…orientasi ripple, dan kemiringan purba, ditentukan dari kriteria yang bebas (Kelling, 1964, dan Klein, 1967). Pengolahan kembali puncak turbidit oleh arus samudera yang normal dapat menyebabkan ripple berpindah arah, condong terhadap kemiringan yang berorientasi struktur dasar. Bagaimanapun, Hubert (1967) telah menemukan sebuah Alpine flysch dengan orientasi fragmen tanaman pada serpih, yang serupa dengan arus purba pasiran. Kenampakan lainnya yaitu tidak semua arus purba flysch dikontrol oleh kemiringan seperti yang terjadi pada turbidit yang dikontrol oleh gravitasi. Scott (1966) menemukan slump yang dikontrol oleh gravitasi yang telah berpindah dalam sudut tertentu dan berasosiasi dengan arus purba flysch. Dalam konteks ini, arus dasar samudera Resen tidak selalu dikontrol oleh kemiringan dan sering menunjukkan kecenderungan untuk mengalir paralel terhadap kontur batimetrik (Klein, 1967, hal. 376).
Argumen pro dan kontra terhadap asal mula turbidit tidak akan pernah berakhir. Poin penting yang harus dicatat yaitu terdapat fenomena sedimentologi yang tersebar luas ditemukan pada batuan purba, khususnya pada flysch, yang telah diinterpretasi secara luas dipengaruhi oleh pengendapan arus turbidit. Kesimpulan ini sebagian didasarkan pada pekerjaan eksperimental dan sebagian pada analogi dengan pasir bawah laut yang berumur Resen. Bagaimanapun, belum ada seorangpun yang telah benar-benar mengobservasi mengenai turbidit di alam bahkan pada tebing bawah permukaan. Hal ini telah diperdebatkan bahwa pasir bawah laut bermur Resen ini dapat merupakan hasil pengendapan arus traksi, dan mereka tidak serupa dengan turbidit purba. Turbidit purba kadang menunjukkan kenampakan yang tidak diharapkan untuk muncul pada endapan arus turbidit, karena mereka dihasilkan oleh arus yang tidak dikontrol oleh kemiringan.
DESKRIPSI MENGENAI ANNOT FLYSCH, MARITIM ALP
Studi kasus yang dipilih pada bab ini merupakan seri flysch yang kaya akan turbidit dari wilayah fasies flysch: kurva palung Annot sekitar tepi barat daya massif Argentera-Mercantour pada Maritim Alp dari tenggara Prancis. Kurva palung Annot ini terbentang sepanjang 650 m dari flysch, dari Eosen Atas hingga Oligosen. Fasies flysch ini sesuai dengan bentangan napal Eosen Atas pada sumbu palung. Secara lateral tubuh batupasir yang tebal pada batas palung memotong dasar napal. Dua fasies sedimen yang berbeda dapat dikenali. Wilayah aksial dari palung mengandung flysch. Sepanjang tepi palung merupakan wilayah pasir yang lebih kasar dan konglomerat. Fasies flysch dari wilayah Peira Cava telah dikaji dengan sangat detil. Sekuen pada wilayah ini terdiri dari perselingan batupasir dan serpih. Seiring dengan pembentukannya yang menuju ke utara hingga ke cekungan, pasir menjadi semakin sedikit dan ukuran butirnya mengecil. Dalam golongan vertikal dari pasir: rasio serpih meningkat ke atas. Batupasir terpilah buruk dan cakupan ukuran butir dari kasar hingga halus. Secara petrografi, mereka sulit untuk diklasifikasi, tersusun antara arkose dan greywacke. Ketebalan lapisan pasir beragam, umumnya diukur dalam desimeter, kadang yang berukuran 1 m dapat hadir. Secara internal, pasir menunjukkan semua kenampakan klasik dari turbidit. Perlapisan graded hadir hampir di setiap lapisan, dan sekuen A-E antar unit lapisan berkembang dengan baik, menjadi hal pertama yang dikenal dan didefinisikan pada wilayah ini. Batas dari batupasir adalah erosional dengan sederetan struktur dasar yang beragam, termasuk flute marks, groove, loadcast, serta scour dan fill. Arus purba ditentukan dari batupasir yang menunjukkan arah transportasi dari utara, menyimpang secara radial dari puncak bagian selatan dari pembentukan Peira Cava yang berbentuk bulat.
Fosil jejak dan tubuh ditemukan dalam sekuen. Parsir dan serpih kadang memperlihatkan struktur burrow, dan trail menutupi pasir: kontak serpih muncul. Terdapat beberapa gastropoda yang langka, duri echinodermata, dan faecal pellets serta kumpulan foraminifera pelagik.
Fasies kedua berkembang di luar batas selatan hingga barat dari flysch di pusat palung Annot yang menduduki kecenderungan sinklin selatan-utara. Dasar erosional dan distribusi terbatas dari bidang ini mengesankan bahwa geometrinya yang muncul secara luas merupakan akibat dari distribusi secara original. Mereka dianggap telah terendapkan, oleh karena itu, pada saluran besar yang mempunyai lebar hingga 5 km dan pada beberapa kasus, dengan relief yang melebihi ratusan meter. Secara litologi sedimen yang mengisi saluran tersebut berkebalikan dengan flysch yang menuju ke utara. Keberadaan serpih jarang, batupasir berukuran kasar, terpilah buruk, dan konglomeratan. Lapisan berstruktur lentikular sesuai dengan saluran dan terdapat kelimpahan dari lapisan slump. Terdapat kehadiran foraminifera dan tumbuhan. Pasir yang berstruktur graded: unit serpih jarang. Orientasi ripple, scour marks, kecenderungan aliran, dan imbrikasi kerikil mengindikasikan arus purba yang mengalir dari utara.
DISKUSI BATUPASIR PALUNG ANNOT
Batupasir flysch dari palung Annot menunjukkan semua kenampakan klasik dari turbidit yang telah didiskusikan pada permulaan bab ini. Fasies batas saluran yang kasar dapat dianggap fluviatil. Bagaimanapun, kehadiran fauna marin dan slump mengesankan bahwa lapisan ini terbentang dari utara kompleks saluran bawah permukaan. Faktanya, gabungan arus ini dengan fasies flysch mengesankan bahwa akhirnya terjadi pengendapan pada submarine fans yang terbentuk menuju ke utara hingga bagian yang lebih dalam dari palung. Hal yang paling penting yaitu adanya hubungan antara kompleks batupasir konglomeratan pada wilayah Contes di utara mengakhiri persebaran arus purba flysch Peira Cava.
Kesimpulannya, kajian ini memberikan contoh klasik dari endapan flysch hingga derajat yang tinggi oleh arus turbit yang dikontrol oleh kemiringan. Kesamaan dengan kompleks kipas tepi tebing bawah permukaan Resen merupakan yang paling utama.
FLYSCH DAN TURBIDIT: DISKUSI KESIMPULAN
Bab ini telah menjelaskan tentang karakterisik dari kumpulan sedimentologi yang jelas dari struktur sedimen dan batupasir yang berstruktur graded yang ditemukan pada banyak lingkungan sedimen purba dan Resen. Beberapa sekuen telah diinterpretasikan sebagai turbidit, berdasarkan pengendapan dari suspensi sedimen lumpuran dari kecepatan yang semakin menyusut. Bukti dari turbidit purba sebagian didasarkan atas pekerjaan eksperimental dan sebagian pada observasi terhadap kesamaan dengan pasir bawah laut Resesn yang diinterpretasikan sebagai turbidit.
Fasies flysch lebih umum dianggap sebagai turbidit. Volume besar dari flysch saat ini dihasilkan pada rangkaian pegunungan dan dipercaya telah terendapkan pada palung linear yang disebut dengan geosinklin. Banyak batupasir flysch purba terpilah buruk dengan sejumlah kandungan feldspar dan fragmen batuan. Secara petrografi beberapa batupasir merupakan greywacke.
Telah banyak diskusi mengenai kedalaman dimana turbidit mengalami akumulasi. Walaupun aliran turbidit dapat muncul pada laut dangkal, pembebanan yang cepat atau pengendapan dibawah dasar gelombang akan menjadi penting untuk mencegah turbidit mengalami reworked oleh arus traksi.
Hlm. 194-197 (lembar 15-16)
Banyak komponen batu pasir mengandung fragmen mikrofosil seperti foram bentos atau runtuhan tanaman. Adanya kandungan fosil ini dapat menunjukkan kedalaman dari sedimen tersebut. Adanya kandungan foramnifera dapat memberikan data mengenai adanya hubungan antara kedalaman, temperatur, dan faktor ekologi lainnya. Biasanya di kedalaman tertentu banyak dijumpai adanya bentos.
ASPEK EKONOMI DARI FLYSCH DAN TURBIDIT
Endapan tubidit di cekungan laut dalam bisa menginterpretasikan adanya lumpur yang bisa dijadikan sebagai sumber batuan yang mengandung hidrokarbon. Bagaimanapun pasir turbidit bukan merupakan batuan yang baik untuk reservoir karena sortingnya buruk dan matriks lempung memiliki porositas dan permeabilitas yang baik.
Flysch turbidit mengandung sedikit minyak dan gas karena terletak di daerah tektonik yang sangat berkaitan dengan adanya sesar, lipatan, dan rekahan. Batupasir merupakan salah satu reservoir yang baik karena memiliki porositas dan permeabilitas rendah dengan sortasi buruk.
Ada tiga jenis geometri dari turbidit yaitu:
1. Shoestring turbidit, biasanya terdapat di sekitar daerah syncline dan banyak mengandung fosil foraminifera.
2. Berbentuk kipas, dibentuk dari lingkungan submarin hingga abysal.
3. Bentuk ketiga, merupakan hasil sedimentasi di lantai cekungan contohnya di California.
Tomi said:
astaghfirullah…
blog lo yang tadinya berisi info kuliner jadi info menyeramkan begin te -_-’
risa said:
hehehee ini juga buat fasilitator sharing dokumen aja tau tomm =P pusing juga ane bacanye sebenernyee ^^’
Tomi said:
wess, ngeliat cukup banyak yang warnanya merah berarti belajarnya sukses yak? :D
boleh juga nih, awak ikutan ah, mumpung UAS buat senen butuh pemahaman lebih :P
padanx said:
nice info gan……
sayang gk jd pertamx xp…
risa said:
siap gann
gpplah keduax x)
susah bet soal tadi danx @_@
rhauda said:
woww…
haha
RisaP :p said:
woww.. sate… UASnya pilihan ganda atau esai..?? tx a lot.. :D
Risa Triandari said:
hmm aduh lupa riiss.. ganda deh kayaknya! :D
RisaP :p said:
huohh.. ok2.. ^0^
bukanepo said:
wuahaha, niceee laah