Sekarang tiap hari hujan. Di luar sana aku mendengar seruan-seruan orang ketakutan. Bumi ini sedang dilanda pemanasan global, kata mereka. Cuaca tak menentu; kadang selalu amat panas, kadang selalu saja hujan. Gawat. Akibat ulah manusia ini gawat. Mereka bakar saja semua hingga jadi CO2 yang menutup atap Bumi. Antropogenik yang merusak, begitu hujatannya.
—
Sekarang tiap hari hujan. Di dalam kelas aku sedang diajar dosenku, sang ahli sejarah Bumi. Pemanasan global ini wajar adanya, ujar beliau. Bumi memang rutin mencapai titik terpanasnya; Bumi memang rutin mencapai titik terdekatnya dengan matahari, tiap 100.000 tahun sekali. Kebetulan saja terjadi saat ini, saat di kehidupan kita. Manusia tidak salah, siklus Milankovitch-lah argumennya.
—
Mana yang lebih benar, mana yang lebih salah.
Aku belum tau.
Ketidaktauan yang memusingkan.
Untung saja, sore ini hujan.
Jadi aku bisa tidur saja dengan tenang.