Bukannya gak mau peduli masalah kenaikan harga BBM. Tapi rasanya saya tidak punya kompetensi untuk angkat bicara. Untuk berpendapat harus dulu memilih pro atau kontra. Untuk memilih pro atau kontra harus melalui proses pembuatan keputusan yg baik. Proses pembuatan keputusan hanya baik jika kita punya akses maksimal kepada data. Data saja saya nggak punya. Hanya modal baca dari koran, acara ILC TV One, dan rentetan ‘fakta’ dari slacktivist (uhm, aktivis Twitter) saja memang cukup ya?

Pusing kepala ini.

About these ads